-->

Halaman

    Social Items

4 Mitos yang Bakal Sobat Temui Saat belajar bahasa Inggrs


4 Mitos yang Bakal Sobat Temui Saat belajar bahasa Inggrs~ Senang berbahasa inggris? atau sedang menggeluti dunia Inggris? atau tidak suka dengan bahasa inggris? Belajar bahasa inggris itu bukan hanya teori saja, tetapi juga perlu praktek. Oleh karena itu banyak orang tua yang sudah menstimulasikan/ memperkenalkan bahasa inggris kepada buah hatinya semenjak dari kecil.  Walaupun semenjak kecil anak rutin diajari berbahasa inggris tidak sedikit dari mereka mengalami kebingungan, bisa dikarenakan kesalahan metode pengajaran. (Baca juga: 9 Tips belajar bahasa inggris sendiri secara efektif)

Mempelajari bahasa asing itu sama susahnya seperti ketika sobat berstatus seorang pelajar yang berharap ingin memiliki rumah dan mobil. Di saat sobat masih harus berangkat pagi untuk duduk di bangku sekolah, memperhatikan penjelasan guru, kemudian pulang sore ditambah dengan les yang dirasa sangat membebani sobat. Ini terdengar mustahil. Kenyataannya, belajar bahasa asing itu sama mudahnya dengan impian tersebut. Takut gagal, bahkan mereka lebih memilih beralasan ini itu daripada berusaha mencari tahu, mempelajarinya dan mempraktekkannya.

Bahkan saya sendiri tidak terlahir di negara dengan mayoritas terbesar berbahasa asing, Bahasa Inggris khususnya. Saat lahir kedunia ini, bahasa yang pasti saya dengar adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Ketika mempelajari Bahasa Inggris, saya pun tidak pernah menghabiskan uang untuk membayar/mendatangkan guru privat les atau study tour ke luar negeri untuk bisa mempelajarinya langsung dikarenakan ayah saya sendiri adalah seorang guru bahasa inggris hehe. Saya mulai belajar bahasa inggris dari mendengar dan melihat melalui televisi, film-film yang saya tonton dengan subtitle berbahasa inggris, dari lagu favorit luar negri, sampai membaca tulisan seperti majalah, berita Bahasa Inggris. Saya sering membolak-balik kamus setebal kasur yang saya punya hingga  terlihat seperti buku bekas yang siap dikilokan atau diloakkan. Proses adalah jawaban dari segala yang saya cari. (Baca juga: Tips dan trik belajar bahasa inggris Melalui Film)

4 Mitos yang Bakal Sobat Temui Saat belajar bahasa Inggris~

Ini adalah mitos yang akan sobat jumpai saat akan belajar Bahasa Inggris. Jangan digubris ya, Lupakan mitos-mitos ini:

1. Saya tidak pintar berbahasa.

Siapa saja yang berkata seperti itu adalah Munafik? Mengapa? Karena setiap individu dibekali kemampuan yang baik untuk berkomunikasi. Sejak dari kecil, saya diasuh(dimomong) oleh keluarga yang setiap harinya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Setiap hari saya mendengar orang-orang menggunakan bahasa tersebut sehingga saya berhasil mengucapkan kata ‘ayah’, ‘mama, ‘makan atau maem’, ‘mandi atau adus’ dll, diumur yang masih terhitung angka bulanan. Semakin dewasa saya benar-benar menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa dengan baik (walaupun ketika Ulangan Sekolah saya sering remidi). Lalu, untuk Bahasa Inggris, saya baru menemuinya di bangku sekolah yaitu pada jenjang TK. Awal mendengar suatu kata Bahasa Inggris, saya mempelajarinya sedikit demi sedikit kosakata. Makin hari makin bertambah banyak kosakata karena saya sering mendengarkan, mencari arti, dan berlatih mengucapkannya. Jadi, sebenarnya kemampuan otak yang dimiliki seorang manusia itu tidak terbatas; unlimited. Masalahnya adalah ‘apakah sobat memiliki kemampuan untuk mempelajarinya atau tidak’.

2. Saya terlalu berumur/tua.

Tak ada batasan umur ketika belajar sesuatu. Anak-anak, remaja maupun dewasa sama. Bedanya, anak-anak masih terlihat seperti kertas putih yang masih hampa/kosong, apa pun yang diberikan akan tertulis dikertas kosong tersebut ditiru dan diserap. Sedangkan orang dewasa seperti kertas koran, yang sudah memiliki banyak tulisan, gambar, dan coretan lainnya. Tapi, bukankah orang dewasa telah memiliki kemampuan dasar seperti: membaca dan menulis yang akan menjadi modal utama untuk belajar ke tingkat yang selanjutnya. Jujur saja saya mempelajari Bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh, ketika masih duduk di bangku SMP. Sejatinya: saat seseorang benar-benar berhenti belajar sesuatu maka pada saat itulah seseorang benar-benar telah menjadi tua.

3. Saya tidak memiliki banyak waktu luang.

Mungkin sobat tidak memiliki waktu untuk belajar hal yang baru. Sobat memiliki waktu lain untuk bekerja dan mengurus kegiatan lainnya yang lebih penting. Tapi, belajar bahasa asing itu tidak membutuhkan kelas tersendiri atau waktu khusus berjam-jam lamanya. Saya lebih suka belajar di luar tanpa batas. Bebas tanpa ada beban yang menyangkut. Saya pun bisa memulai pembelajaran dari mengatur bahasa di  handphone, komputer, atau perangkat lainnya ke dalam Bahasa Inggris. Selanjutnya saya belajar mulai dari menyanyikan lagu (atau yang biasa kita sebut karaoke) Bahasa Inggris yang saya senangi, menghafal sedikit demi sedikit kosakata, dan mempraktekkannya. Praktek juga tidak harus khusus, tinggal berucap saja dan nikmatilah. 

4. Butuh biaya yang tidak sedikit dan memerlukan waktu lama.

Pada saat ini, saya belum membutuhkan guru privat handal dengan bayaran mahal, yang akan memberikan banyak teori dan materi. Memberikan rangkaian rumus yang ribetnya masyaallah untuk membuat saya bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Saya pun tidak perlu membeli banyak modul pembelajaran atau ebook untuk mendapat tambahan materi. Atau melakukan percakapan langsung secara face to face dengan turis asing sebagai tolak ukur kemampuan bahasa inggris saya.Asalkan ada kemauan, setiap waktu dan setiap jalanan yang saya lewati, akan selalu ada pembelajaran yang bermakna. Bahkan dari potongan koran/majalah yang bertulisan Bahasa Inggris yang saya dapat dari bungkus gorengan. Baca juga: 9 Channel Belajar Bahasa Inggris melalui Youtube

Masih Yakin Sama Mitos? Mitos Belajar Bahasa Inggris yang Salah

4 Mitos yang Bakal Sobat Temui Saat belajar bahasa Inggrs


4 Mitos yang Bakal Sobat Temui Saat belajar bahasa Inggrs~ Senang berbahasa inggris? atau sedang menggeluti dunia Inggris? atau tidak suka dengan bahasa inggris? Belajar bahasa inggris itu bukan hanya teori saja, tetapi juga perlu praktek. Oleh karena itu banyak orang tua yang sudah menstimulasikan/ memperkenalkan bahasa inggris kepada buah hatinya semenjak dari kecil.  Walaupun semenjak kecil anak rutin diajari berbahasa inggris tidak sedikit dari mereka mengalami kebingungan, bisa dikarenakan kesalahan metode pengajaran. (Baca juga: 9 Tips belajar bahasa inggris sendiri secara efektif)

Mempelajari bahasa asing itu sama susahnya seperti ketika sobat berstatus seorang pelajar yang berharap ingin memiliki rumah dan mobil. Di saat sobat masih harus berangkat pagi untuk duduk di bangku sekolah, memperhatikan penjelasan guru, kemudian pulang sore ditambah dengan les yang dirasa sangat membebani sobat. Ini terdengar mustahil. Kenyataannya, belajar bahasa asing itu sama mudahnya dengan impian tersebut. Takut gagal, bahkan mereka lebih memilih beralasan ini itu daripada berusaha mencari tahu, mempelajarinya dan mempraktekkannya.

Bahkan saya sendiri tidak terlahir di negara dengan mayoritas terbesar berbahasa asing, Bahasa Inggris khususnya. Saat lahir kedunia ini, bahasa yang pasti saya dengar adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Ketika mempelajari Bahasa Inggris, saya pun tidak pernah menghabiskan uang untuk membayar/mendatangkan guru privat les atau study tour ke luar negeri untuk bisa mempelajarinya langsung dikarenakan ayah saya sendiri adalah seorang guru bahasa inggris hehe. Saya mulai belajar bahasa inggris dari mendengar dan melihat melalui televisi, film-film yang saya tonton dengan subtitle berbahasa inggris, dari lagu favorit luar negri, sampai membaca tulisan seperti majalah, berita Bahasa Inggris. Saya sering membolak-balik kamus setebal kasur yang saya punya hingga  terlihat seperti buku bekas yang siap dikilokan atau diloakkan. Proses adalah jawaban dari segala yang saya cari. (Baca juga: Tips dan trik belajar bahasa inggris Melalui Film)

4 Mitos yang Bakal Sobat Temui Saat belajar bahasa Inggris~

Ini adalah mitos yang akan sobat jumpai saat akan belajar Bahasa Inggris. Jangan digubris ya, Lupakan mitos-mitos ini:

1. Saya tidak pintar berbahasa.

Siapa saja yang berkata seperti itu adalah Munafik? Mengapa? Karena setiap individu dibekali kemampuan yang baik untuk berkomunikasi. Sejak dari kecil, saya diasuh(dimomong) oleh keluarga yang setiap harinya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Setiap hari saya mendengar orang-orang menggunakan bahasa tersebut sehingga saya berhasil mengucapkan kata ‘ayah’, ‘mama, ‘makan atau maem’, ‘mandi atau adus’ dll, diumur yang masih terhitung angka bulanan. Semakin dewasa saya benar-benar menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa dengan baik (walaupun ketika Ulangan Sekolah saya sering remidi). Lalu, untuk Bahasa Inggris, saya baru menemuinya di bangku sekolah yaitu pada jenjang TK. Awal mendengar suatu kata Bahasa Inggris, saya mempelajarinya sedikit demi sedikit kosakata. Makin hari makin bertambah banyak kosakata karena saya sering mendengarkan, mencari arti, dan berlatih mengucapkannya. Jadi, sebenarnya kemampuan otak yang dimiliki seorang manusia itu tidak terbatas; unlimited. Masalahnya adalah ‘apakah sobat memiliki kemampuan untuk mempelajarinya atau tidak’.

2. Saya terlalu berumur/tua.

Tak ada batasan umur ketika belajar sesuatu. Anak-anak, remaja maupun dewasa sama. Bedanya, anak-anak masih terlihat seperti kertas putih yang masih hampa/kosong, apa pun yang diberikan akan tertulis dikertas kosong tersebut ditiru dan diserap. Sedangkan orang dewasa seperti kertas koran, yang sudah memiliki banyak tulisan, gambar, dan coretan lainnya. Tapi, bukankah orang dewasa telah memiliki kemampuan dasar seperti: membaca dan menulis yang akan menjadi modal utama untuk belajar ke tingkat yang selanjutnya. Jujur saja saya mempelajari Bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh, ketika masih duduk di bangku SMP. Sejatinya: saat seseorang benar-benar berhenti belajar sesuatu maka pada saat itulah seseorang benar-benar telah menjadi tua.

3. Saya tidak memiliki banyak waktu luang.

Mungkin sobat tidak memiliki waktu untuk belajar hal yang baru. Sobat memiliki waktu lain untuk bekerja dan mengurus kegiatan lainnya yang lebih penting. Tapi, belajar bahasa asing itu tidak membutuhkan kelas tersendiri atau waktu khusus berjam-jam lamanya. Saya lebih suka belajar di luar tanpa batas. Bebas tanpa ada beban yang menyangkut. Saya pun bisa memulai pembelajaran dari mengatur bahasa di  handphone, komputer, atau perangkat lainnya ke dalam Bahasa Inggris. Selanjutnya saya belajar mulai dari menyanyikan lagu (atau yang biasa kita sebut karaoke) Bahasa Inggris yang saya senangi, menghafal sedikit demi sedikit kosakata, dan mempraktekkannya. Praktek juga tidak harus khusus, tinggal berucap saja dan nikmatilah. 

4. Butuh biaya yang tidak sedikit dan memerlukan waktu lama.

Pada saat ini, saya belum membutuhkan guru privat handal dengan bayaran mahal, yang akan memberikan banyak teori dan materi. Memberikan rangkaian rumus yang ribetnya masyaallah untuk membuat saya bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Saya pun tidak perlu membeli banyak modul pembelajaran atau ebook untuk mendapat tambahan materi. Atau melakukan percakapan langsung secara face to face dengan turis asing sebagai tolak ukur kemampuan bahasa inggris saya.Asalkan ada kemauan, setiap waktu dan setiap jalanan yang saya lewati, akan selalu ada pembelajaran yang bermakna. Bahkan dari potongan koran/majalah yang bertulisan Bahasa Inggris yang saya dapat dari bungkus gorengan. Baca juga: 9 Channel Belajar Bahasa Inggris melalui Youtube

Baca Juga
Load Comments